Jumat, 05 September 2008

Hukum Allah SWT

Hukum Allah SWT terbagi atas 2 macam yaitu :

1. Hukum Takwini (penciptaan)
2. Hukum Tasyri'i (penentuan syariat)

Hukum Takwini adalah semua aturan ilmiah atau hukum sains yang harus dipatuhi alam semesta dalam proses pembentukan dan perkembangannya.

Hukum Tasyri'i adalah wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada para nabi untuk disampaikan kepada umat manusia, agar mereka mengambil dan menjalankannya.

Bila dinisbat pada diri kita, sebagai manusia maka hukum Takwini keberadaannya mendahului hukum Tasyri'i. Dalam hukum takwini tidak ada kebebasan. Makluk Allah SWT tidak bisa menentukan pilihannya karena sudah merupakan ketetapan. Sementara hukum Tasyri'i ada ruang yang luas bagi kebebasan Mahluk Allah SWT untuk menentukan kehendaknya.

Salah satu contohnya adalah penciptaan langit dan bumi, cukup dengan firman Allah , "Kun ", maka jadilah. Langit tidak bisa menentukan pilihan apakah ia harus ada atau tidak, begitu pula bumi beserta hukum yang berlaku di dalamnya. Itu merupakan contoh Hukum Takwini.

Sementara contoh hukum Tasyri'i adalah wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada para Nabi untuk disampaikan kepada umat manusia, agar mereka mengambil dan menjalankannya. Tidak ada paksaan untuk menjalankannya.

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). (QS. Al Baqarah ayat 256)

Dan didalam surat lainnya :

Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir (QS. Al Kahfi:29)

Sementara contoh hukum Takwini adalah :

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi :

'Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.'

Keduanya menjawab , ' Kami datang dengan suka hati'.

Jika dinisbatkan kepada manusia maka hukum Takwini termasuk sesuatu yang gaib.

Allah telah menciptakan langit dan bumi, sementara kita tidak pernah melihat Allah SWT menciptakannya. Kita tidak tahu kapan semua semua itu diciptakan, bagaimana semua itu menjadi ada, dan dengan cara apa atau memakai sara apa penciptaan itu. Kita juga tidak mengetahui sejarah penciptaan langit dan bumu dengan pasti.

Proses penciptaan dan bagaimana penciptaan itu terjadi adalah rahasia yang terkunci rapat. Hanya Allah semata yang mengetahuinya. Adapun materi penciptaan dapat kita cari dan kita selidiki semau kita. Banyak sekali ilmu yang mempelajari danmengupas tentang penciptaan langit dan bumi ini. Sementara bagaimana penciptaan itu terjadi adalah sesuatu yang gaib. Kita tidak tahu kecuali yang Allah beritahukan kepada kita. Dalam Al Qur'an. Allah SWT menjelaskan kepada kita bahwa langit dan bumi diciptakan dalam enam hari. Allah SWT berfirman :
" Allahlah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy" (QS. As-Sajdah:4)

Allah memerintahkan langit, bumi dan segala yang ada didunia ini tersusun dalam enam hari. Jadi seluruhnya tercipta dalam waktu enam hari. Enam hari disini adalah hari-hari bagi Allah. Dan hari-hari Allah tidak sama dengan hari kita. Hari-hari kita ini adalah hari yang kita jalani sekarang di muka bumi. Perbedaan itu terjadi karena alasan yang sangat sederhana. Kita menghitung hari dengan berpedoman pada rotasi bumi terhadap matahari. Sedangkan Allah berbicara tentang hari yang qadim atau 'azali', yang lebih dulu ada daripada bumi dan matahari.

Jadi perhitungan yang dipakai berbeda. Barangkali, enam hari bagi Allah SWT kalau kita hitung dengan memakai perhitungan hita sekarang ini mencapai beribu2 tahun atau berjuta 2 abad, atau lebih banyak dari itu, atau kurang dari itu. Atau barangkali, perhitungan Allah sama sekali tidak seperti itu. Yang pasti perhitungan itu termasuk sesuatu yang gaib, dan kita tidak boleh untuk menafsirkannya. Juga, kita tidak diperbolehkan mendalaminya tanpa disertai ilmu pengetahuan.

Kita tidak tahu masalah kegaiban, kecuali yang dijelaskan oleh Allah SWT kepada kita. Kegaiban adalah suatu hal yang akal kita tidak mampu mencernanya, atau suatu zaman yang kita tidak mampu menemukannya. Segala sesuatu yang gaib, dan Allah telah menjelaskannya, cukuplah kita mempercayainya.

Allah telah menjelaskan kepada kita bahwa penciptaan langit, bumi dan segala yang ada di alam ini terjadi dalam enam hari, kemudian Allah SWT bersemayam diatas Arsy. Maka segala sesuatu di alam ini tunduk kepada Nya, segala sesuatu di alam ini mendekat kepada Nya, segala sesuatu di alam ini bersujud kepada Nya, segala sesuatu di Alam ini menyucikan Nya segala sesuatu di alam ini berada dalam genggaman kekuasaan Nya, dan segala sesuatu di alam ini membutuhkan Nya.

Dia adalah Zat yang mahakaya, yang tidak membutuhkan sesuatupun. Sebaliknya, segala sesuatu yang ada di alam ini membutuhkan Nya.

Selesailah segalanya. Kehendak Allah telah terwujud dan terjadi. Allah menciptakan alam semesta. Setelah alam diciptakan, ia bersujud kepada Tuhan sang pencipta alam. Mereka sujud bersimpuh, memohon dan meratap. Mereka sujud, berserah diri terhadap keputusan Sang Pencipta dan Pengatur Alam.

Semoga bermanfaat. Sekedar disarikan dari penggalan isi buku berjudul Nabi Nabi Allah karangan Ahmad Bahjat karya referensial internasional Best Seller, sebagai ungkapan terima kasih yang mendalam atas tulisanya yang begitu bermanfaat bagi ruh saya. (ldf/050908)

Tidak ada komentar: