Kurma matang pohon/ kurma asli itu memang enak banget. Saya ngga suka manisan kurma, terlalu manis. Manisan kurma itu yang dijual / yang orang2 Indonesia tahu jenis kurma tersebut. Kalau musim puasa, baru deh kurma2 asli/matang pohon itu keluar dari persembunyiannya. Konon kurma2 itu memang disimpan untuk stok bulan puasa, kalo di suply di musim haji takut pas bukan puasa habis kali. Padahal kurma tersebut yang disunahkan untuk di makan.
Rasanya enak, seperti sawo. Apalagi kalau ditaruh di freezer, kita makannya pas dingin2 itu, melted di mulut ... hhhmmm yummy.
Dulu kalau musim haji, dan saya ke Jeddah pasti saya cari kurma itu, adanya di cornice. Cornice itu di tempat penjualan parfum, nah di gedung itu di lantai bawah ada toko yang jual kurma, ditaroh di kotak plastik seperti kotak eskrim walls, dan di taroh juga di freezer model tempat menyimpan ice cream. Sudah tidak ada kulit, tinggal kurma bulat2 saja. Biasanya kurma yang mentahnya warna kuning seperti dukuh yang di freezer. Ada juga kurma yang mentahnya warna merah keunguan, itu juga manisnya enak banget. tapi jarang yang jual kalau sudah di freezer.
Tapi tahun lalu saya senang karena kurma jenis ini sudah masuk di Indonesia. Adanya di Total, Ranch Market, hanganya berkisar antara 27 ribu hingga 60 ribu perbungkusnya. Tapi yang dijual adalah kurma mentah yang warnanya kuning/merah. Nanti kita tunggu matangnya, taruh saja di udara terbuka , jangan di kulkas, nanti dia matang sendiri, warnanya seperti membusuk tapi sebetulnya matang. Rasanya enak, mengkalnya juga enak, yang nyaris matang. Garing. Kriuk2.
Tapi karena mungkin suppliernya tidak tahun dan belinya tidak seragam, mungkin ada yang mentah, sesekali juga ditemui yang rasanya sepat/asam. namanya impor coba2. Tapi lumayan lah, memenuhi kangen saya pada kurma yang dijual di cornice. Saya suka beli beberapa kotak untuk disimpan di freezer.
Kangen jeddah, kangen mekkah, pingin ke Madinnah. (ldf/ 1/9/8)
Senin, 01 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar